Aku tau bagaimana kamu hidup di dunia ini. Saat kamu bahagia, saat kamu sedih, saat kamu berpura-pura, saat kamu berpikiran untuk mencoba bunuh diri -sangat konyol-, saat kamu mencoba menghibur teman –padahal saat itu kamu memiliki masalah yang lebih berat dari teman mu. Aku tau itu.
Aku tau kamu memiliki dua kepribadian yang berbeda. Aku tau bagaimana herannya pacar mu, saat kamu tiba-tiba menangis sesenggukan, pada saat itu juga kamu melihat seorang teman menghampiri, tiba-tiba ekspresi muka kamu berubah menjadi cerah dan ceria. Aku tau, kamu tidak mau terlihat sedih di depan teman-teman mu. Aku tau itu.
Aku tau kamu sangat kuat menghadapi perceraian kedua orang tua mu. Mungkin itu memang yang terbaik untuk mereka, kata mu. Tapi aku tau, dari dulu hingga sekarang terdapat sakit di hati mu. Yang makin lama semakin besar, sampai-sampai kamu tidak sanggup untuk menopangnya. Aku tau itu.
Aku tau saat kamu mulai dewasa. Saat kamu sudah mulai belajar untuk tidak membenci Ibu dan saudara-saudara tiri mu (aku tau ini untuk kebahagiaan Ayah mu), bahkan kamu sudah mulai menyayangi mereka. Saat kamu mulai mengetahui apa itu arti cinta dan kasih sayang yang sebenarnya. Tapi aku tau, dan kamu juga menyadari nya, kan? bahwa hidup kamu seperti ada sesuatu yang... yang mengganjal dan... ah, aku tau kalau kamu mengetahuinya.
Aku juga tau masa kecil mu. Anak perempuan kecil yang sangat dimanja dengan Ayah nya sampai kakak-kakak mu iri melihat kamu selalu berdua dengan Ayah mu. Apa yang kamu mau hampir semua Ayah mu turuti. Aku tau itu. Masa kecil mu.
Ah, aku tau. Ada yang salah dengan Ayah mu.
Aku tau kamu sangat menyayangi nya melebihi apapun di dunia ini. Sosok Ayah yang sangat penyayang walaupun kaku. Sosok Ayah yang tidak pernah mencium atau memeluk mu. Tapi kamu tau di balik sisi kaku tersebut beliau mengamati diam-diam keseharian mu.
Aku tau kamu kecewa saat Ayah mengabari bahwa ia sudah memiliki calon istri baru. Tapi aku tau kamu ingin selalu melihat Ayah mu bahagia, sehingga kamu mengizinkan Ayah mu untuk melaksanakan pernikahan ke-2 nya.
Aku tau kamu tersenyum melihat Ayah yang terlihat gagah memakai pakaian pengantin pria dengan rona bahagia yang sangat terlihat di muka nya. Tapi aku juga tau, kamu tidak menginginkan ini. Aku tau kamu mengorbankan perasaanmu hanya untuk melihat Ayah mu bahagia.
Aku tau setelah pernikahan itu hidup mu tidak seperti dulu lagi. Ayah sudah pindah ke luar kota dengan keluarga baru nya. Hidup mu berubah 180 derajat yang menyebabkan kamu merasa tidak ada artinya lagi di dunia ini. Tapi aku tau, kamu masih mempunyai Mama, saudara, dan teman-teman yang selalu mendukung mu.
Tapi itu sudah 9 tahun yang lalu. Kamu sekarang sudah mulai ‘lupa’ dengan masalah-masalah mu. Kamu sudah mempunyai pacar yang sangat menyayangi mu –dan hey aku tau, banyak dari sifat dan rupa pacarmu yang mirip dengan Ayah mu kan? :) kamu sudah mempunyai teman-teman yang selalu bisa membuatmu tertawa di mana pun dan kapan pun saat kamu membutuhkan mereka. Aku yakin kamu bahagia saat ini.
8 Februari 2012. Aku melihatmu menangis seharian. Menangisi sms yang baru saja Ayah mu kirim.
To: Daddy
Message: Pa, jangan lupa ya bayaran kuliah paling lambat 10 Februari.
From: Daddy
Message : Maaf ya, papa tidak ada uang untuk bayaran kuliah kamu. Papa usaha kan ya.
Aku tercengang, memelukmu sambil mengelus rambutmu yang sudah pasti tidak akan kamu rasakan. Tapi aku tau kamu membutuhkan itu. Beruntung pacarmu sudah standby di depan rumah mu untuk memberikan pelukan dan ciuman hangat di kening mu. Kamu termasuk orang yang beruntung, Tuhan adil pada mu. Tuhan menitipkan mu seseorang yang sangat menyayangi kamu, yang sangat mengerti apa yang kamu mau.
Aku tau kamu selalu bertanya-tanya. Di mana uang asuransi pendidikan atas nama kamu yang saat itu sudah dicairkan? Di mana uang hasil penjualan mobil beberapa bulan lalu? Aku juga tidak tau. Nanti kalo aku tau, aku ceritakan ke kamu. Yang harus kamu tau, cita-cita bisa ditempuh dengan cara apapun. Tidak masalah jika kamu tidak melanjutkan kuliah (semoga saja tidak terjadi). Kamu tetap bisa menjadi public relation profesional yang bekerja di perusahaan multinasional, dengan cara... hm nanti pasti ada cara nya. Aku yakin itu.
Aku tau, kamu kuat. Buktinya sudah 9 tahun kamu melewati gelombang kehidupan yang sangat besar, tapi kamu masih berdiri tegak di situ.
Aku tau, kamu kuat.
Aku tau.
Kamu kuat.
Aku sangat tau bagaimana kamu, Andrea.
Sudah lah, semua pasti ada jalan keluar nya.
I'm so honored after read his post > Dimas Firnando
Deaaa{}
ReplyDeleteIsmy ([])
Delete